Welcome to LOGIC   Click to listen highlighted text! Welcome to LOGIC

Warga Jeruk Kepek Panen Sinar Matahari

Akhir Tahun 2016, sebagian warga Jeruk Kepek Wonosari memasang beberapa lampu penerangan jalan kampung berbasis tenaga surya. Penerangan Berbasis Tenaga Surya bukanlah hal baru baru untuk di kawasan ini, setidaknya beberapa rumah sudah mulai menggunakannya. meskipun belum sepenuhnya beralih dari listrik konvensional untuk kebutuhan rumah tangganya.

 26 Desember 2016, beberapa warga bersepakat untuk menginisiasi di enam titik di kawasannya. Mereka membuat percontohan di Gang Bakung. Malam itu terpasang hanya tiga lampu dari enam yang direncanakan. Bahan untuk Lampu Penerangan Jalan kampung inipun menggunakan konsep daur ulang.

Barang yang digunakan seperti halnya bekas botol kemasan air mineral, pipa pralon, tiang besi, lampu led model AC, kabel dan kawat. tinggi lampu dari tanah sekitar 2,5 m – 3 m. Salah satu yang unik adalah penggunaan lampu led model ac yang bekas.

Biasanya lampu Led model ac yang sudah tidak bisa menyala (rusak) itu dibuang. Namun di tangan seorang Awab Yudan (Warga RT 4 Padukuhan Jeruk ) bisa dimanfaatkan untuk menjadi Lampu Led Model DC, tentunya dengan mengubah aliran arus listriknya. pengubahan inipun ada caranya dan harus hati hati, karena jika salah merangkaikan akan terjadi konsleting dan lampu tidak bisa digunakan.

Posisi Lampu Penerangan Jalan yang terletak di luar rumah rentan dengan air dan hewan hewan kecil, oleh karenanya diberikan sebuah tudung lampu dengan menggunakan botol kemasan air mineral bekas. Tiang penyangga diikatkan menggunakan kawat pada pagar atau tembok, jika di titik tersebut tidak ada tempat untuk mengikat lalu dibuatlah lubang untuk menanam tiang tersebut.

Keunikan lainnya adalah fungsi menyalakan dan mematikan lampunya sudah otomatis lho, tidak menggunakan alat pengatur waktu tetapi menggunakan sinar matahari. Lampu Penerangan Jalan Kampung menggunakan 100 % Energi Matahari dan tidak khawatir dengan tagihan listrik bulanan.

Lampu Penerangan Jalan membuat lingkungan warga jadi semakin aman dan jalanan makin terang. Ketergantungan kepada energi listrik konvensional semakin berkurang. Misalnya jika terjadi gangguan listrik konvensional yang mengakibatkan pemadaman listrik oleh PLN, lampu lampu penerangan jalan itupun tetap masih bisa menyala. hal penting lainnya adalah mengurangi biaya pemakaian listrik konvensional.

Pemanfaatan Arus Model DC pada intalasi Tenaga Surya membuat faktor keselamatan makin tinggi, karena jika kena setrum hanya akan merasa kaget tanpa mengakibatkan kematian. Warga setempat berencana memasang hingga 8 titik Penerangan Lampu Jalan hingga akhir Januari 2017.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: