Lantai Samudera di 7°30’46.91″S 109°42’27.68″E

Singkapan batuan yang membentuk pola bantal, hitam dan keras. Batuan itu memiliki kristal kristal yang tidak dapat dibedakan dengan mata biasa, sehingga memerlukan alat optik. Kenampakan dilapangan berwujud dinding lava yang hampir tegak.

Menurut pakar geologi Prof. Emmy Suparka (1988), berdasarkan pentarikhan penentuan umur absolut menggunakan metoda radiometrik K/Ar, batuan ini berumur 81 juta tahun atau terbentuk pada zaman Kapur Akhir

Singkapan batuan itu terletak di atas batuan sedimen berwarna merah yang memanjang dengan ketebalan lebih besar dari 2 meter, seolah olah membentengi sungai. Posisi tegaknya kedua singkapan batuan tersebut menegaskan proses pengankatan dan pergeseran bercirikan adanya kekar dan cermin sesar.

Batuan sedimen berwana merah itu ternyata adalah batuan sedimen laut. Perlapisan batuan yang selang seling antara rijang (chert) dan lempung merah karbonat, Batuan Rijang lazimnya diendapkan pada lantai samudera, sedangkan lempung merah karbonat diendapkan pada laut dangkal semakin menegaskan kalau daerah tersebut adalah Lantai samudera.

Dominansi unsur besi dan fosil radiolaria menyebabkan warna batu Rijang yang ditemukan umumnya berwarna merah gelap. Fosil tersebut menunjukan zonasi waktu Zaman Kapur Akhir. Batuan lantai samudera umumnya terbentuk horizontal, namum karena mengalami pengangkatan dan pergeseran gaya tektonik yang kuat, maka posisinya menjadi vertikal.

Lokasi tersebut berada di Kali Muncar Dusun Gentan Desa Seboro Kecamatan Sadang Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Oleh warga setempat daerah ini disebut dengan Watu Kelir karena bentuknya seperti layar pertunjukan wayang kulit atau kelir.

Untuk memudahkan akses menuju watu kelir, pada hari minggu 29 Mei 2016 mengadakan gotong royong. Kesadaran warga melakukan gotong royong didasari oleh keinginan bersama untuk mewujudkan Desa Wisata Seboro Selo Asri.

Pada aliran sungai tersebut banyak sekali dijumpai aneka ragam batuan yang bisa digunakan sebagai bahan batu akik, seperti halnya pancawarna dan kinyang air (kalsedon). Pada awal tahun 2000 banyak orang dai luar daerah bahkan lintas provinsi yang datang ketempat ini untuk mengambil batu dan kami warga sini terlambat menyadarinya ungkap Kardi warga setempat.

Sumber : GEGAMA.id

Geopark Gunung Sewu

Sunrise di Kampung Pitu

Sunrise di Kampung Pitu

Geopark Gunung Sewu terletak di kawasan selatan Pulau Jawa, Secara Administrasi meliputi Provinsi DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dominansi batuan pada kawasan ini adalah batu kapur atau karst

Karst merupakan istilah yang diambil dari bahasa Slovenia (dahulu Yugoslavia) tepatnya didaerah Dinaric yang diambil dari istilah kar (batuan) dan hrast (oak) dan dipakai pertama kali oleh pembuat peta asal Austria tahun 1774 sebagai suatu nama untuk daerah berbatuan kering tandus dan berhutan oak didaerah goa yang berada didekat perbatasan Yugoslavia dan Italia Utara (Moore & Sullivan,1978). Daerah karst dikategorikan sebagai bentanglahan asal solusional (verstappen,1983).

Dasar pengklasifikasian bentanglahan berdasarkan genesisnya menjadi 10 kelas utama. Bentanglahan Asal Solusional Merupakan kelompok besar satuan bentuklahan yang terjadi akibat proses pelarutan pada batuan yang mudah larut, seperti batu gamping dan dolomit.

untuk lebih jelasnya mari kita lihat dokumentasinya. Dokumentasi Pertama adalah dari Badan Geologi dan Dokumentasi Kedua dari TVRI Jogja

 

Dua tahun tahun kemudian TVRI Jogja Mendokumentasikannya.

Karya TVRI kali ini mengulas tentang Geopark Gunung Sewu dan terkhusus di Geosite Gunung Api Purba. Dijelaskan juga tentang informasi tentang kampung pitu. kelompok masyarakat yang hanya 7 Kepala Keluarga di Puncak Gunung Api Purba

Terdapat potensi pariwisata di Desa Nglanggeran yaitu adanya Gunung Nglanggeran dan kini lebih dikenal dengan sebutan Gunung Api Purba. Secara fisiografi Gunung Api Purba Nglanggeran terletak di Zona Pegunungan Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur (Van Bemmelen 1949) atau tepatnya di Sub Zona Pegunungan Baturagung (Baturagung Range) dengan ketinggian 700 meter dari permukaan laut dan kemiringan lerengnya curam-terjal (>45%). Gunung Nglanggeran berdasarkan sejarah geologinya merupakan gunung api purba yang berumur tersier ( Oligo- Miosen) atau 0,6 – 70 juta tahun yang lalu.

Baca lebih lanjut

Seboro Menuju Desa Wisata

Menurut orang terdahulu Desa Seboro merupakan hutan / semak belukar dan masih terdapat binatang seperti kijang, kera dan babi hutan. Pada suatu ketika datang beberapa orang dari berbagai daerah dan kedatangan orang-orang tersebut untuk membuat tempat pembibitan atau sebaran. Kegiatan tersebut secara rutin dilaksanakan setiap akan musim tanam, terutama tanaman padi, setelah berangsur-angsur, kecuali tempat sebaran, yang masih hutan/semak belukar di babad digunakan untuk tempat tinggal. Karena waktu dan perkembangan penduduk, akhirnya tempat tersebut jadi perkampungan, dan nama perkampungan atau Dusun mengambil dari kata Sebaran menjadi SEBARA yang diabadikan menjadi nama Desa SEBARA/SEBORO.

Sebelum Pemerintahan ada di Seboro dulunya bertempat di Gentan. Pada awal mulanya ada 2 orang, seorang yang bernama Mertantika anak kandung dari Mertamenggala, pada suatu saat orang tersebut menemukan barang yang namanya Genta / Gamelan. Beliau sangat menyukainya dan selalu merawatnya. Di saat masyarakat membutuhkan seorang pimpinan desa dipilihlah orang tersebut (mertantika) sebagai pimpinan / Kepala Desa Seboro yang pertama. Untuk mengenang barang kesukaan beliau, maka nama barang itu di jadikan nama Dusun yaitu dari kata Genta jadi nama Dusun GENTAN dan menjadi pusat Pemerintahan karena Kepala Desa yang pertama ada di Dusun Gentan.

Sumber : Portal Desa Seboro

Wisata Pantai Wohkudu

Pantai Wohkudu

Pantai Wohkudu

Pantai Wohkudu terletak di Padukuhan Wiloso, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Jika dari kota Yogyakarta kita menuju arah yang sama jika akan ke pantai Wohkudu. Lokasi Pantai Wohkudu berjarak kurang lebih 2 sampai 3 kilometer dari Pantai Kesirat. Akses menuju Pantai Wohkudu dapat ditempuh dengan berjalan kaki melewati jalan setapak yang berbatu sepanjang 600  meter dari tempat parkir menuju ke pantainya. Baca lebih lanjut

Wisata Pantai Kesirat

Wisata Pantai Kesirat

Wisata Pantai Kesirat

Pantai kesirat terletak di Padukuhan Wiloso, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Jika dari kota Yogyakarta kita menuju menuju jalan Imogiri kemudian menuju arah Panggang setelah itu menuju desa Girikarto kemudian Pedukuhan Wiloso. Lokasi Pantai Kesirat berjarak kurang lebih 6 kilometer dari Balai Desa Girikarto. Baca lebih lanjut