Adaptasi Sistem Informasi Desa

Sistem Informasi Desa tidak hanya sistem komputasi yang canggih, namun meliputi semua media yang digunakan untuk menngelola, menyimpan dan menyebarluaskan informasi. Seperti halnya Papan Informasi, dan hal lainya yang biasa digunakan.

Sistem Informasi Desa tidak hanya sistem komputasi yang canggih, namun meliputi semua media yang digunakan untuk menngelola, menyimpan dan menyebarluaskan informasi. Seperti halnya Papan Informasi, dan hal lainya yang biasa digunakan.

Sistem Informasi Desa (SID) merupakan fenomena nasional yang mencuat pada awal tahun 2014. hal ini terjadi akibat responsitas pasca disahkannya Undang Undang no 6 Tahun 2014 tentang Desa pada tanggal 15 Januari 2014. Peristiwa ini dicatat dalam lembaran negara Republik Indonesia tahun 2014 nomor 7.

Pengertian Sistem Informasi Desa (SID) berdasarkan undang undang tersebut adalah meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak, jaringan, serta sumber daya manusia. Jauh sebelum UU Desa lahir, Combine Resource Institution (CRI) telah mengembangkan Sistem Informasi Desa.

Menurut CRI, Sistem Informasi Desa adalah seperangkat alat dan proses pemanfaatan data dan informasi untuk mendukung pengelolaan sumberdaya berbasis komunitas di tingkat desa. Kaitan dalam hal ini, kemungkinan besar Pengejewantahan SID oleh negara kala itu adalah mengadopsi model yang dikembangkan oleh CRI.

Inklusi merupakan salah satu prinsip dalam Sistem Informasi Desa, meskipun belum 100 % inklusi, namum usaha kearah sana sudah dilakukan salah satunya dalam menu statistik untuk konteks disabilitas. Kerjasama dengan SIGAB dalam menyusun instrumen analisis. Tujuan penerapan SID di desa disesuaikan dengan kebutuhan desa. Pembagian peran.

Pembelajaran Sistem Informasi Desa bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya melalui media sosial : https://www.facebook.com/groups/sisteminformasidesa/ hal ini dibuktikan oleh Pemdes Tambahharjo. Ini adalah pertemuan kedua kali dengan Combine, Pertama di Event Kopi Darat SID dan Kedua langsung berbagi informasi. Komunikasi melalui percapakan facebook terekam pada akhir Maret 2015. tambahrejo.16mb.com, kemudian berpindah menjadi http://tambahrejo.web.id/

Bulan desember aktif digrup dan ketemu teman-teman dan bisa merupah sid yang tampilannya sederhana menjadi lebih menarik yang diperoleh dari grup facebook. Terakhir bulan kemarin sama kkn membuat video desa langkah saya pelan tidak ngebutena karena … komunitas internet cerdas dan komunikatif agar nanti mereka itu bisa kontributor berita ke web site desa. desa menginformasikan apa apa yg bermanfaatkan dr dunia maya.

Untuk membantu para ukm mempromosikan produk potensi desa. kemudian ada menu entrepenership. Ada tambah pedia untuk menambah pengetahuan. Ada info pasar ada informasi pasar di desa kami uga penghasil buah jambu getas merah. Ketika membuat jaringan harga, kebutuhan hasil bumi dan sebagainya. Menu2 yang kami buat kami pikirkan matang.

Menu statis untuk data desa. kami melangkah kependataan penduduk akan kami import ke SID. KK salah terutama pekerjaan, buruh harian lepas harapannya bisa memberikan informasi yang benar jadi bisa kasih data yang akurat. SID yang sesuai harapan kami. Kami juga melangkah rata2 punya hp android, orang tua kurang paham. Kami membuat website desa jadi aplikasi android.

Tujuan intinya membangun SID untuk bgmn masy maupun pemdes menginfokan pada publik ttg produk desa ke publik, pemdes bisa membagikan rencana kerja dan pencapaian kerja ke publik untuk mencapai transparansi di desa tambah rejo.

Desa kami terpencil di bantul, desa dataran tinggi. Jogja lantai dua. Bahwa dlingo cocoknya ikut GK, kalau siang ikut bantul malam ikut GK. Krn kl malam masyarakat listriknya ikut GK. Kami baru menggunakan SID jujur desa kami adalah desa yang baru hidup tahun 2012, krn desa kami ini mati suri, krn desa kami sebelum 2012 krn ditinggal lurah desa krn korupsi dana rekonstruksi, pelayanannya susah.

Setelah 2012 bapak bahrun wardaya punya motivasi mengubah desa dlingo. Berubah dari mati suri menjadi hidup. Ada potensi wilayah desa kami. Beliau berusaha menghidupkan kelembagaan di desa dlingo. Karang taruna dan PKK mati suri.

Kita di desa membangun desa harus melibatkan anak muda. Sekarang banyak anak muda yang konsen mengalami bidang IT. Begabung dan berkecimpung di desa ini. Ke depan tantgannya luar biasa. Mengubah bidang IT. Tdk mudah mengumpulkan anak muda. Ketika masyarakat ikut partisipasi dalam desa, dari situ kita mengubah image dari sini. Wadah dari anak2 muda dari berbagi kemampuan. Adanya akses internet di Balai Desa menbuat warga (khususnya anak anak muda) berkumpul dibalai desa

Beberapa Dokumentasi tentang Workshop tersebut.

1. CRI Terlibat dalam acara Temu Inklusi 2016

2. SID Tidak Bisa Dikelola Sendirian

3. Beri Aku 10 Pemuda, Niscaya akan kuguncang dunia (Bung Karno)

4. Desa Dlingo Berbagi Cerita Tentang SID bersama Kaum Disabilitas

5. Instagram Photo

Lokakarya Pengalaman Tata Kelola SID, sesi Desa Dlingo Bantul #temuinklusi2016

A photo posted by Astuti Parengkuh (@astuti_parengkuh) on

6. Cerita Dari Sumba Barat dan Sumba Barat Daya

7. Pembacaan Rekomdasi Khusus SID

Presentasi Perjalanan SID

Presentasi Profil Sandigita

Sumber : Lumbung Komunitas

Workshop Tematik Pengalaman Tata Kelola Sistem Informasi Desa

Wokrshop Tematik

Wokrshop Tematik “Pengalaman Tata Kelola SID”

Temu Inklusi 2016 merupakan kegiatan dua tahunan yang diinisiasi oleh Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) sebagai wadah terbuka yang mempertemukan berbagai pihak pegiat inklusi Difabel. Forum dua tahunan ini dirintis pertamakalinya pada Desember 2014, bertempat di Desa Sendangtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Lebih dari 300 partisipan yang merupakan perwakilan organisasi Difabel, organisasi masyarakat sipil, serta individu pegiat inklusi Difabel telah menjadi bagian dari Temu Inklusi 2014 yang menghasilkan gagasan dirintisnya ‘Desa Inklusi’.

Dalam dua tahun terakhir, berbagai inisiatif dan gerakan inklusi Difabel terus bertambah dan menunjukkan banyak tunas praktik baik dan keberhasilan. Gagasan Desa Inklusi yang digagas pada Temu Inklusi 2014 telah mulai dirintis di sejumlah Kabupaten. Di beberapa Kabupaten – Kota, praktik Kota / Kabupaten Inklusi pun mulai dibangun dan dikembangkan. . Di saat yang sama, gerakan kolektif untuk mendorong kebijakan yang mendukung inklusi Difabel pun membuahkan hasil positif dengan disahkannya Undang-Undang nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Bersama itu semua, masih banyak inisiatif lain yang dilakukan oleh berragam komunitas dan memberikan kontribusi positif untuk menjawab tantangan atas inklusi Difabel dalam berbagai sektor.

Di balik kemenangan-kemenangan kecil tersebut, ruang berbagi, jejaring serta kolaborasi dan merajut gagasan bersama merupakan bagian dari proses penting yang turut ambil bagian. Temu Inklusi 2014 bukan hanya telah menjadi ruang berkumpul dan berinteraksi, namun menghasilkan gagasan-gagasan yang mulai membawa perubahan di tingkat lokal, salah satunya adalah Sistem Informasi Desa (SID).

Sistem Informasi Desa (SID) merupakan fenomena nasional yang mencuat pada awal tahun 2014. hal ini terjadi akibat responsitas pasca disahkannya Undang Undang no 6 Tahun 2014 tentang Desa pada tanggal 15 Januari 2014. Peristiwa ini dicatat dalam lembaran negara Republik Indonesia tahun 2014 nomor 7.

Pengertian Sistem Informasi Desa (SID) berdasarkan undang undang tersebut adalah meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak, jaringan, serta sumber daya manusia. Jauh sebelum UU Desa lahir, Combine Resource Institution (CRI) telah mengembangkan Sistem Informasi Desa.

Menurut CRI, Sistem Informasi Desa adalah seperangkat alat dan proses pemanfaatan data dan informasi untuk mendukung pengelolaan sumberdaya berbasis komunitas di tingkat desa. Kaitan dalam hal ini, kemungkinan besar Pengejewantahan SID oleh negara kala itu adalah mengadopsi model yang dikembangkan oleh CRI.

Sistem Informasi Desa merupakan bagian pembawa perubahan ditingkat lokal – regional, tercatat sejumlah penerap SID yang mulai menggunakan SID sebagai tools dalam analisa terkait disabilitas. Secara umum memang dalam SID telah disediakan ruang untuk pencacahan jiwa atau pendokumentasian tentang disabilitas. Secara khusus yang menggunakan SID untuk melakukan sensus disabilitas adalah 6 desa di Kabupaten Kulonprogo dan 2 Desa di Kabupaten Sleman.

Data dan Informasi menjadi bagian untuk alih bentukan menjadi suatu manfaat yang bisa dirasakan terutama oleh warga dan sumber kaiian dalam perencanaan pembangunan untuk kesehteraan bersama. Peranan warga desa sangat berpengaruh pada kemandirian dalam mengisi pembangunan.

Kegiatan di Desa Jatirejo Lendah Kulonprogo akan berkoordinasi dengan Desa Desa Penerap SID (sebagai Narasumber) dan SIGAB selaku Host Acara

 Tanggal dan Lokasi Kegiatan

Hari/ tanggal : Jumat, 26 Agustus 2016

Jam : 13.30 – 16.30

Lokasi : Desa Jatirejo Lendah Kulonprogo

Narasumber Kegiatan :

M. Amrun : Fasilitator/ Moderator Kegiatan

Irman Ariadi : Perjalanan SID

Sandigita : Sinergitas generasi muda dalam mengelola Sistem Informasi Desa

Desa Tambahrejo Kecamatan Pageruyung Kendal : Sinergitas Perangkat Desa dalam mengelola Sistem Informasi Desa

Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini:

  1. Website Desa Dlingo http://dlingo-bantul.desa.id/

  2. Website Desa Tambahrejo http://tambahrejo.web.id/index.php/first

  3. Website Lumbung Komunitas http://lumbungkomunitas.net/

  4. Dokumentasi Media Massa.

Lokasi Kegiatan

Sumber : Lumbung Komunitas  Dan Temu Inklusi 2016

Kopdar SID

Kopi Darat Sistem Informasi Desa atau Kopdar SID adalah wahana untuk berkumpul dan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang SID

Rangkaian kegiatan Kopdar SID:

  • Sesi Inkuiri Apresiatif.

    Sesi ini akan membahas sejarah perjalanan SID dan pemanfaatannya. Dalam sesi ini, para peserta Kopdar SID juga akan berbagi pengalaman mereka menggunakan SID dan tentang topik umum.

  • Peluncuran SID 3.04

  • Technical Working Groups.

    Sesi ini merupakan suatu upaya penajaman capaian-capaian yang telah berhasil dilakukan dalam penerapan SID. Sesi ini terbagi menjadi dua kelas secara paralel, yakni kelas Pemanfaatan SID dan Advokasi serta kelas Oprek Aplikasi SID.

Beberapa Liputan Tentang Kopdar SID

Kades Karang Bajo Persentasi Kopi Darat SID di Yogyakarta

Lombok Utara. Kepala Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa tenggara Barat . Kertamalip. Persentasikan Kopi Darat SID ( Sistim Informasi Desa ) diselenggarakan oleh Combine Resource Institution (CRI) bertempat di Pendapa Ajiyasa, Jogja National Museum, Jl. Amri Yahya No.1 Yogyakarta  22 -04-  2016

Sistem Informasi Desa (SID) sebagai salah satu bagian dari inisiatif CRI dan para mitra juga akan menjadi bagian dari JMR 2016. Ada sejumlah sesi acara yang terkait dengan inisiatif SID yang telah berjalan di berbagai daerah dalam 5 tahun terakhir. Secara khusus, CRI akan menggelar acara bertajuk “Kopi Darat SID” yang bertujuan untuk menghimpun dan membahas bersama pengalaman dan pengetahuan pemanfaatan SID, baik dari sisi teknis maupun dari sisi non-teknis.

Combine Resource Institution (CRI) kembali akan menggelar Jagongan Media Rakyat (JMR) pada 21-24 April 2016. JMR adalah agenda dua tahunan yang di inisiasi CRI sejak 2010. Kegiatan ini berisi workshop, diskusi, pameran dan pertunjukkan seni dengan beragam isu, dengan benang merah pada tata kelola informasi dan pengetahuan. Agenda ini terbuka bagi komunitas, lembaga, dan individu yang tertarik untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang tata kelola informasi dan pengetahuan terkait isu masing-masing.

Kegiatan ini dikelola dengan semangat sukarela dan kolaboratif. Mengusung tema “Menganyam Inisiatif Komunitas”, JMR 2016 membahas 25 isu yang dibagi dalam tiga klaster, yakni inovasi (perkotaan, kebencanaan, ekonomi kreatif dan teknologi informasi), advokasi (desa, lingkungan, heritage, hukum & HAM, maritim, pertanian, masyarakat adat, perlindungan anak, difabel dan kesehatan), dan literasi (jurnalisme, ekonomi mandiri, literasi media, media baru, seni & aktivisme sosial dan penerbitan independen). ( Ardes )

Bantul Ikuti Kopdar Sistem Informasi Desa di JMR 2016

 

Acara bertajuk Kopi Darat Sistem Informasi Desa (Kopdar SID), Jumat (22/04/2016) digelar di Pendapa Ajiyasa Jogja National Museum. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Jagongan Media Rakyat 2016 yang digagas oleh Combine Resource Institution.

Kabupaten Bantul sebagai pengguna aplikasi SID dan Kantor PDT sebagai SKPD pengelola teknologi Informasi dan komunikasi turut berpatisipasi, turut hadir dalam kesempatan ini Pj Lurah Desa Murtigading Rudi Suharta SIP, MM, Lurah Desa Dlingo Bahrun Wardoyo dan Lurah Desa Gadinghajo Aan Indra.

Tim SID Combine RI Irman Ariadi memaparkan SID merupakan seperangkat alat dan proses pemanfaatan data dan informasi untuk mendukung pengelolaan sumberdaya berbasis komunitas di tingkat desa. SID dikembangkan sejak tahun 2009, hingga tahun 2016 ini telah diterapkan di lebih dari 1600 desa di Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Lombok dan beberapa wilayah lain.

Tujuan membangun SID yakni pemetaan kondisi dan potensi desa dengan data akurat dan mutakhir, penguatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan perencanaan dan pengawasan pembangunan desa/kawasan. Dengan prinsip partisipatif, inklusif, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Sedangkan entry point penerapan SID dimana setiap desa berbeda-beda yaitu keterbukaan informasi publik, pengurangan risiko bencana, dan penanggulangan kemiskinan.

Dalam sesi testimoni pengalaman pemanfaatan SID, Lurah Desa Dlingo dan beberapa Tim SID dari beberapa wilayah mempaparkan penerapan SID sejak tahap awal hingga saat in. KPDT berkesempatan memaparkan pengembangan SID di Kabupaten Bantul dan pengelolaan server SID.

Rangkaian Kopdar SID sesi terakhir yaitu Oprek Aplikasi SID. Aplikasi SID dikembangkan dengan prinsip sumber terbuka (open source) sehingga setiap pengguna bisa memodifikasi aplikasi. Dalam sesi kelas ini beberapa desa telah memodifikasi secara mandiri sesuai kebutuhan.

Presentasi dan Notulensi Kopdar SID

Kopi Darat SID (Sistem Informasi Desa) Oprek aplikasi Sistem Informasi Desa Presentasi Kopdar SID Presentasi Sesi Inkuiri Apresiatif Presentasi Sesi Oprek SID

Dokumentasi Kopdar SID

 Sumber : Portal Desa Karangbajo Website KPDT Bantul Website JMR 2016 Lumbung Komunitas

Dengan SID kita ciptakan transparasi anggaran Dana Desa

“Dengan SID kita ciptakan transparasi anggaran Dana Desa”

“Dengan SID kita ciptakan transparasi anggaran Dana Desa”

Sesuai dengan himbauan Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo di sela-sela kunjungan kerja ke Kabupaten Kendal (10/2/2016) bahwa “Rakyat harus tahu apa saja penggunaan Dana Desa” saya menyambut baik dan mengapresiasikan sangat tinggi himbauan tersebut. Hal ini sesuai dengan cita-cita saya untuk mewujudkan transparasi anggaran dan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan Desa Tambahrejo.

Semangat keterbukaan juga merupakan cita2 dari Kepala Desa sekarang yaitu Bapak Arifin, sehingga semangat Kejujuran akan semakin kuat dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Tambahrejo ini. Saya selaku Bendahara desa akan terus berupaya menuju kea rah situ, dan media yang paling tepat adalah menggunakan teknologi berupa Sistem Informasi yang baik.

Setelah sekitar 1 tahun mencari kesana sini tentang system yang dirasa paling tepat dalam mewujudkan suatu system informasi yang bisa mengakomodir berbagai pihak akhirnya ditemukan system yang tepat dan dianggap paling sesuai dengan keadaan desa. Sistem Informasi Desa ini dibangun oleh suatu komunitas yang bernama Lumbung Komunitas dari COMBINE Resource Institution atau yang biasa disingkat SID.

Hampir 1 tahun saya mempelajari SID, dan Alhamdulillah mulai Januari 2016 SID Desa Tambahrejo resmi online. SID Desa Tambahrejo masih dalam tahap pembangunan, dan diharapkan pada bulan April 2016 bersamaan dengan turunnya Dana Desa Tahap 1 dari pemerintah pusat, SID Desa Tambahrejo sudah mendekati kesempurnaan sebagai media Informasi dan Komunikasi Desa dan Antar Desa.

Lalu apa saja yang di informasikan ke public? SID sebagai media informasi berupa web desa yang menunya bisa disesuaikan dengan keadaan desa masing-masing. SID desa Tambahrejo saya rancang tidak hanya sebagai sarana informasi searah dari pemerintahan desa ke masyarakat tetapi akan tercipta informasi dua arah karena SID akan dibangun oleh pemerintah desa bersama dengan masyarakat. Bila digaris besar maka SID Desa Tambahrejo sebagai web desa memiliki 5 bidang focus yaitu :

  1. Bidang profil dan potensi desa,profil pemerintahan, dan lembaga desa serta statistic desa.

  2. Bidang Pelayanan Umum.

  3. Bidang pemberitaan online.

  4. Bidang perencanaan pembangunan desa.

  5. Bidang kewirausahaan, produk unggulan dan informasi pasar.

Pada bidang 3 dan 4 inilah himbauan dari Bapak Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo akan terwujud di tahun 2016 ini, di perencanaan akan diinformasikan perencanaan anggaran sehingga masyarakat akan ikut bersama-sama mengawasi pelaksanaan pembangunan terutama yang berasal dari Dana Desa, di bidang pemberitaan akan selalu di update mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan oleh contributor pemberita yang terdiri dari Perangkat Desa dan Pemuda Desa yang tergabung dalam Tim Redaksi SID Desa Tambahrejo.

Dengan lima bidang focus informasi ini saya berharap akan tercipta suatu output berupa manfaat yang luar biasa besar bagi masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya membangun desa yang mandiri, maju dan sejahtera… amiinn.

Sumber : Portal Desa Tambahrejo