PERBUP Kebumen Tentang SISTEM INFORMASI DESA DI KABUPATEN KEBUMEN

Peraturan Bupati Kebumen Provinsi Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 48 Tahun 2015 Tentang Sistem Informasi Desa di Kabupaten Kebumen. Produk hukum ini berisi XIII Bab dan 15 Pasal, ditetapkan tanggal 7 Sepetember 2015 dan diundangkan 7 Sepetember 2015 di Kebumen. Produk hukum ini tercatat dalam Berita Daerah Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 No 48.

PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 48 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM INFORMASI DESA DI KABUPATEN KEBUMEN

PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 48 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM INFORMASI DESA DI KABUPATEN KEBUMEN

Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 86 Undang–Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Sistem Informasi Desa di Kabupaten Kebumen

Unduh Produk Hukum

Sumber : http://jdih.kebumenkab.go.id

Lantai Samudera di 7°30’46.91″S 109°42’27.68″E

Singkapan batuan yang membentuk pola bantal, hitam dan keras. Batuan itu memiliki kristal kristal yang tidak dapat dibedakan dengan mata biasa, sehingga memerlukan alat optik. Kenampakan dilapangan berwujud dinding lava yang hampir tegak.

Menurut pakar geologi Prof. Emmy Suparka (1988), berdasarkan pentarikhan penentuan umur absolut menggunakan metoda radiometrik K/Ar, batuan ini berumur 81 juta tahun atau terbentuk pada zaman Kapur Akhir

Singkapan batuan itu terletak di atas batuan sedimen berwarna merah yang memanjang dengan ketebalan lebih besar dari 2 meter, seolah olah membentengi sungai. Posisi tegaknya kedua singkapan batuan tersebut menegaskan proses pengankatan dan pergeseran bercirikan adanya kekar dan cermin sesar.

Batuan sedimen berwana merah itu ternyata adalah batuan sedimen laut. Perlapisan batuan yang selang seling antara rijang (chert) dan lempung merah karbonat, Batuan Rijang lazimnya diendapkan pada lantai samudera, sedangkan lempung merah karbonat diendapkan pada laut dangkal semakin menegaskan kalau daerah tersebut adalah Lantai samudera.

Dominansi unsur besi dan fosil radiolaria menyebabkan warna batu Rijang yang ditemukan umumnya berwarna merah gelap. Fosil tersebut menunjukan zonasi waktu Zaman Kapur Akhir. Batuan lantai samudera umumnya terbentuk horizontal, namum karena mengalami pengangkatan dan pergeseran gaya tektonik yang kuat, maka posisinya menjadi vertikal.

Lokasi tersebut berada di Kali Muncar Dusun Gentan Desa Seboro Kecamatan Sadang Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Oleh warga setempat daerah ini disebut dengan Watu Kelir karena bentuknya seperti layar pertunjukan wayang kulit atau kelir.

Untuk memudahkan akses menuju watu kelir, pada hari minggu 29 Mei 2016 mengadakan gotong royong. Kesadaran warga melakukan gotong royong didasari oleh keinginan bersama untuk mewujudkan Desa Wisata Seboro Selo Asri.

Pada aliran sungai tersebut banyak sekali dijumpai aneka ragam batuan yang bisa digunakan sebagai bahan batu akik, seperti halnya pancawarna dan kinyang air (kalsedon). Pada awal tahun 2000 banyak orang dai luar daerah bahkan lintas provinsi yang datang ketempat ini untuk mengambil batu dan kami warga sini terlambat menyadarinya ungkap Kardi warga setempat.

Sumber : GEGAMA.id

Seboro Menuju Desa Wisata

Menurut orang terdahulu Desa Seboro merupakan hutan / semak belukar dan masih terdapat binatang seperti kijang, kera dan babi hutan. Pada suatu ketika datang beberapa orang dari berbagai daerah dan kedatangan orang-orang tersebut untuk membuat tempat pembibitan atau sebaran. Kegiatan tersebut secara rutin dilaksanakan setiap akan musim tanam, terutama tanaman padi, setelah berangsur-angsur, kecuali tempat sebaran, yang masih hutan/semak belukar di babad digunakan untuk tempat tinggal. Karena waktu dan perkembangan penduduk, akhirnya tempat tersebut jadi perkampungan, dan nama perkampungan atau Dusun mengambil dari kata Sebaran menjadi SEBARA yang diabadikan menjadi nama Desa SEBARA/SEBORO.

Sebelum Pemerintahan ada di Seboro dulunya bertempat di Gentan. Pada awal mulanya ada 2 orang, seorang yang bernama Mertantika anak kandung dari Mertamenggala, pada suatu saat orang tersebut menemukan barang yang namanya Genta / Gamelan. Beliau sangat menyukainya dan selalu merawatnya. Di saat masyarakat membutuhkan seorang pimpinan desa dipilihlah orang tersebut (mertantika) sebagai pimpinan / Kepala Desa Seboro yang pertama. Untuk mengenang barang kesukaan beliau, maka nama barang itu di jadikan nama Dusun yaitu dari kata Genta jadi nama Dusun GENTAN dan menjadi pusat Pemerintahan karena Kepala Desa yang pertama ada di Dusun Gentan.

Sumber : Portal Desa Seboro

Ekspedisi Kebumen

Ekspedisi Kebumen

Ekspedisi Kebumen

Pasir, januari 2016) kunjungan team ekspedisi kebumen untuk melihat lokasi wisata yang ada di desa pasir dan mendata kebutuhan fasilitas pendukung dan memberikan sosialisasi, pembinaan serta diskusi. untuk  meningkatkan pelayanan wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata pasir indah.  Adapun hasilnya dari kunjungan tim ekspedisi diharapkan semua kebutuhan pendukung sarana dan prasarana baik fisik dan nonfisik nantinya dimasukan RPJMD kabupaten kebumen masuk dalam skala prioritas pembangunan. Baca lebih lanjut

Publik Display Berbasis Sistem Informasi Desa di Indonesia

Publik Display Berbasis Sistem Informasi Desa untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Warga dimudahkan untuk menyampaikan aspirasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Langsung dan tidak langsung berarti kehadiran. Jika warga datang ke balai desa, bisa langsung menggunakan Perangkat untuk menyampaikan pesannya. Jika warga tidak berkesempatan untuk datang ke balai Desa, mereka bisa memanfaatkan SMS Center yang dikelola oleh Desa dan terintegrasi dengan Publik Display yang ada.
Publik display berbasis Sistem Informasi Desa (SID) merupakan sarana publik hasil pengembangan dari Sistem Informasi Desa. Saat ini ada 20 unit publik display berbasis SID yang tersebar di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Publik Display memiliki pemanfaatan dengan prinsip - prinsip dan tujuan sebagai berikut ;
  1. Sebagai media interaktif penampil data dan informasi umum tentang desa dari Sistem Informasi Desa (SID) kepada masyarakat desa yang berkunjung ke kantor pemerintah desa.
  2. Mendorong partisipasi masyarakat desa untuk memberikan saran, pendapat, masukan, dan laporan tentang tata kelola pemerintah desa melalui aplikasi Public Display SID yang terpasang dalam perangkat komputer yang dapat diakses secara terbuka ini.
  3. Menguatkan skema pelayanan publik pemerintah desa bagi masyarakat yang mengacu pada prinsip-prinsip keterbukaan informasi publik.
  4. Mengoptimalkan pengoperasian dan pemeliharaan perangkat yang dihibahkan dengan sebaik-baiknya.
  5. Menghindari pemanfaatan perangkat komputer ini dalam kegiatan politik praktis, tetapi dapat dimanfaatkan untuk proses pendidikan politik bagi masyarakat dengan mengelola data dan informasi dalam kerangka pendidikan politik.
  6. Sebagai dukungan bagi pemerintah desa untuk dapat memfungsikan perangkat ini sebagai kios informasi publik yang mampu menarik minat dan partisipasi masyarakat desa untuk selalu memantau kualitas dan kemutakhiran data dan informasi desa.
Pada Wilayah Kabupaten Kebumen Jawa Tengah ada 10 unit, dioperasionalkan pada Bulan Agustus 2015 untuk melengkapi Portal Desa yang di Onlinekan pada Bulan Mei 2014. Publik display ini berada di desa desa sebagai berikut : Desa Pandansari Kecamatan Sruweng, Desa Kalibeji Kecamatan Sempor, Desa Kalipurwo Kecamatan Kuwarasan, Desa Sidomulyo Kecamatan Petanahan, Desa Pasir Kecamatan Ayah, Desa Pandanlor Kecamatan Klirong, Desa Logandu Kecamatan Karanggayam, Desa Seling Kecamatan Karangsambung, Desa Pesuruhan Kecamatan Puring dan Desa Pejengkolan Kecamatan Padureso.
Pada Wilayah Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat dioperasionalkan 4 unit. Penyerahan Publik Display dilakukan pada tanggal 1 - 2 Desember 2015 di Balai Desa Penerima bersamaan dengan Workshop Sistem Informasi Desa. Desa yang menerima publik display adalah Desa Sempparu dan Montong Gamang Kecamatan Kopang serta Desa Perina dan Pengenjek Kecamatan Jonggat
Pada Wilayah Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta dioperasionalkan 6 unit. Penyerahan Publik Display dilakukan pada tanggal 16 Desember 2015 di Kantor Bappeda Gunungkidul bersamaan dengan Workshop Sistem Informasi Desa. Desa yang menerima publik display adalah Desa Nglanggeran, Desa Ngoro-oro, Desa Beji dan Desa Nglegi di Kecamatan Patuk serta Desa Girisuko dan Desa Girisekar di Kecamatan Panggang.
Berita Tentang Publik Display dari web SID, dapat dilihat pada tautan berikut :
Workshop Pemanfaatan Open Data SID
Saatnya Warga Melek Internet
Layani Warga, Pemdes Pandanlor gunakan Publik Display
Desa Pandansari menjadi pengembang Publik Display di kabupaten Kebumen
PENGENALAN PUBLIC DISPLAY SISTEM INFORMASI DESA ( SID )
BAPERMADES PROVINSI KUNJUNGI DESA SELING
OPDES DAN JURNALIS WARGA DESA PENGENJEK HADIRI WORKSHOP SID TINGKAT KABUPATEN.
PUBLIK DISPLAY UNTUK 6 DESA PENGEMBANG SID
Public Display "Ekpresikan Pendapatmu"
Seperti apakah Publik Display Berbasis Sistem Informasi Desa :
Publik Display di Desa Seling
Publik display di Desa Logandu 
 
Publik Display di Desa Pejengkolan

Publik Display di Desa Pejengkolan

Sumber : Lumbung Komunitas