Welcome to LOGIC   Click to listen highlighted text! Welcome to LOGIC

Sistem Informasi Desa Belum Banyak Manfaatkan Media Sosia

Diskusi Media Sosial

Diskusi Media Sosial

Solider.or.id,Yogyakarta- “Media sosial atau ‘medsos’ seperti Facebook dan Twitter belum begitu maksimal dimanfaatkan sebagai sistem informasi oleh sebagian warga di desa. Karena pemahaman masyarakat belum diarahkan ke sana,” tutur Boim, sapaan akrab Irman Ariadi pada acara pengenalan Sistem Informasi Desa (SID) kepada kader Rintisan Desa Inklusi (Rindi) kabupaten Sleman. Acara tersebut dilaksanakan di Taman Kuliner pada Jum’at siang (22/1).

Boim mengatakan perkembangan informasi di desa tidak terlepas dari kebudayaan yang ada di kota. Ketika persebaran informasi di kota lebih masif menggunakan media sosial, maka desa mengikutinya.

Menurutnya, itu karena pemahaman masyarakat bahwa kota masih menjadi fokus utama dalam setiap perkembangan apapun. “Padahal desa itu kan kekuatan negara, pertumbuhan dan lainnya ada di sana,” ungkap staf analisis dan pengembangan sistem informasi Combine Resource Institution (CRI.

Lebih lanjut Boim mengatakan, media sosial merupakan bagian dari SID itu sendiri. SID dinilai lebih komprehensif dan sistematis karena memiliki prinsip partisipasif dan kontrak sosial yang jelas antara warga desa dan pemerintah desa ataupun pusat. Dibandingkan dengan media sosial yang masih parsial dan belum terlembaga. “Kekurangan lainnya, konten di dalamnya hanya berisi informasi yang tidak berbasis data desa,” katanya.

Huda salah satu kader Rindi desa Sendangadi mengamini hal tersebut. Menurutnya, SID di desanya baru ada sebatas informasi di media sosial, belum menyentuh pada aktifitas pemerintahan. Semisal seperti data-data administratif, konsep dan rencana pembangunan desa dan yang berkaitan lainnya. “Ada juga website yang dibikin oleh anak KKN, tapi sekarang vakum,” tuturnya.[Andy R]

Sumber : Portal Berita Solider

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: