Welcome to LOGIC   Click to listen highlighted text! Welcome to LOGIC

Penginapan Rumah Adat ada di Karangbajo

kecil_rumah adat

Karang Bajo ( SID ). Ketua Pengelola Paket Wisata Budaya Lombok Utara yang ada Desa Karang Bajo Renadi.S.Pd. Menyampaikan bahwa saat ini telah tersedia Penginapan Rumah Adat Unik dan Menarik, saat ini sudah boleh menerima pengunjung yang ingin berlibur atau menyaksikan secara langsung keberadaan Rumah adat yang beralamat di Gubuk Karang Bajo, Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Prvinsi NTB 20-08-16.

Menginap atau tinggal di Rumah Adat akan memberikan pengalaman yang luar biasa, bagaimana dengan nilai-nilai yang ada peda rumah yang secara keseluruhan memiliki makna dan pilosofi. Bentuknya selalu menggunakan bahan bangunan local dari alam, menggunakan lantai darai tanah, dan hanya memiliki 1 (satu) kamar.

Atap rumah adat terbuat dari ilalang, yang buat sedemikian rupa dengan menggunakan bamboo ikat yang disebut dengan “sepeq” an. Sepeqan ini diikat pada tiap bagian bamboo yang sudah disiapkan pada bagian atas rumah, masyarakat adat menyebutnya dengan “usuk”. Bahan yang digunaakan untuk mengikat disebut dengan bamboo ikat, dan prosesi memasang atap itu sendiri di sebut dengan mengatep.

Pagar-pagar rumah terbuat dari bamboo yang diiris dengan ukuran tertentu berdasarkan ketentuan adat, lalu di anyam menjadi bagian berdasarkan ukuran rumah. Setiap Rumah Adat tidak memiliki pentilasi atau jendela, hal ini sudah di atur sedemikian rupa sehinga setiap anyaman pagar selalu memiliki celah unutuk udara bisa keluar masuk. Anyaman pagar Rumah Adat disebut dengan istilah Pagar Badak oleh Masyarakat Adat atau local.

Lantai Rumah terbuat dari tanah yang dibentuk atau dikentalkan dengan bahan local seperti arang atau abu kayu bakar. Caranya yaitu dengan mencampur tanah dan abu tersebut, kemudian dicampur dengan air, diaduk supaya abu bisa merata. Setelah abu merata, maka tunggu airnya sedikit mengiring tetapi jangan terlalu kering, dan saat itu maka gunakan alat yang berat seperti batu atau balok untuk menumbuk dan membentuk tanah menjadi halus dan tidak mudah untuk luntur. Tanah yang dibentuk seperti ini, semakin akan semakin halus karena sering terinjak oleh kaki kita.

Bentuk pintunya sangat berbeda dengan rata-rata rumah penduduk yang kita temukan saat ini, dimana rumah pada umumnya dibuka dengan arah kedalam saja. Sedangkan pada pintu Rumaha Adat justru cara membukanya adalah seperti pergerakan pintu otomatis yang ada pada setiap Bandar Udara (bandara), atau juga pada tempat pembelajaan mewah seperti Mall yang ada pada pusat-pusat kota. Yang membedakan hanya harus dibuka dengan menggunakan tangan, ditarik atau didorong, karena bukan pintu otomatis. Ketinggian dari pintunya rata sekitar 150 Cm, atau selalu lebih rendah dari pemilikinya, sehingga setiap masuk rumah selalu menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan atau menghargai rumah tempat tinggal kita yang selalu dijadikan sebagai tempat berkumpul keluarga atau untuk mendapatkan kenyamanan.

Pada Rumah Adat tidak terdapat kamar kecil atau kamar mandi, tetapi hal itu dibuat diluar rumah dan pemanfaatannya dua rumah satu kamar kecil. Hal ini tidak diperbolehkan oleh Masyarakat Adat karena kamar kecil merupakan tempat berkumpulnya sesuatu yang kotor sehingga rumah tidak diperbolehkan ada kemar kecil. Disisi lain, rumah dalam masyarakat adat difungsikan sebagai tempat-tempat ritual adat seperti qhitan adat, perkawinan adat, dan yang lainnya.

Penginapan dengan arsitektur rumah adat yang mampu kami siapkan pada saat ini hanya 3 (tiga) local, dan mampu menampung tamu pada tiap rumahnya hanya 4 (empat) orang, sehingga total dari ke 3 (tiga) rumah, hanya mampu 12 (dua belas) orang saja. Ukuran rumah Adat ini adalah 9 m X 9 M, atau luasnya 81 M2., harapan dari kami supaya ada kenyamanan pada setiap orang atau tamu yang menginap.

Setiap rumah akan saling berhadapan dan atau saling membelakangi. Di antara rumah yang saling berhadapan ini aka nada berugak tiang 6 (enam), berugak ini yang digunakan sebagai tempat bersantai dan menyambung silaturrahmi dengan masyarakat setempat. Berugak ini juga dijadikan sebagai tempat untuk makan ala tradisional atau ala Masyarakat Adat.

Dengan betuk rumah yang sangat sederhana dan memiliki banyak akan sarat makna ini justru akan memberikan pengalaman yang berbeda. Disisi lain, anda juga akan bisa merasakan nilai socialnya karena berada didekat rumah dinas pejabat adat (pemangku), yang bisa melihat keseharian dan berinteraksi langsung dengan mereka. ( Jets budaya & Ardes ).

sumber : Portal Desa Karang Bajo

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: